Dinkesda Demak Gencarkan Tracing TBC Terintegrasi CKG Melalui Pemeriksaan X-Ray Portable di Desa Prampelan
DEMAK – Dinkesda Demak terus memperkuat upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) secara aktif melalui kegiatan tracing TBC terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan metode Active Case Finding (ACF) menggunakan X-ray portable. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 09.00–11.30 WIB di Desa Prampelan, wilayah kerja Puskesmas Sayung II, Kabupaten Demak. Kegiatan ini didukung melalui skema Swakelola Tipe 2 Kementerian Kesehatan.
Kegiatan melibatkan Tim TBC Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Tim Puskesmas Sayung II, dokter spesialis radiologi RSUD Sultan Fatah, dua radiografer dari RSUD Sunan Kalijaga dan RSUD Sultan Fatah, serta kader MSI TBC Demak. Kolaborasi lintas fasilitas kesehatan dan kader ini menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan skrining serta memperkuat penemuan dini TBC di masyarakat.
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, sebanyak 28 kasus indeks TBC dilakukan penelusuran kontak. Dari proses tersebut, berhasil diidentifikasi dan diskrining sebanyak 71 kontak serumah maupun kontak erat. Selain itu, skrining juga dilakukan terhadap 29 orang dari populasi atau kelompok berisiko. Seluruh 71 kontak dan 29 orang dari kelompok berisiko tersebut menjalani skrining menggunakan X-ray portable.
Dari hasil skrining, ditemukan 7 orang terduga TBC dari kelompok kontak serumah dan kontak erat serta 3 orang terduga TBC dari kelompok berisiko. Dengan demikian, terdapat 10 orang terduga TBC yang dilanjutkan ke pemeriksaan TBC sesuai alur diagnostik. Sementara itu, hasil pemeriksaan X-ray menunjukkan 7 orang dengan gambaran yang mengarah pada TBC, sehingga memerlukan tindak lanjut sesuai prosedur pemeriksaan dan penegakan diagnosis.
Perwakilan Tim TBC Dinkesda Demak menyampaikan, “Tracing dan skrining aktif menjadi langkah penting untuk menemukan terduga TBC sedini mungkin, terutama pada orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC maupun kelompok berisiko. Dengan pemeriksaan yang lebih dekat ke masyarakat, tindak lanjut dapat dilakukan lebih cepat dan terarah”.
Tim Puskesmas Sayung II menambahkan, “Keterlibatan tenaga kesehatan, radiografer, dokter spesialis, dan kader sangat membantu pelaksanaan skrining di lapangan. Kami juga mendorong masyarakat yang telah menjalani skrining agar mengikuti pemeriksaan lanjutan sesuai rekomendasi petugas kesehatan.”
Selain penemuan terduga kasus, kegiatan ini juga mendukung pencegahan TBC melalui pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Tercatat sebanyak 50 orang dari kelompok kontak serumah, kontak erat, dan populasi berisiko mulai menjalani TPT. Pelaksanaan terapi pencegahan dilakukan sesuai hasil penilaian dan ketentuan pelayanan kesehatan yang berlaku.
Melalui kegiatan ACF TBC terintegrasi CKG dengan dukungan X-ray portable, Dinkesda Demak bersama Puskesmas Sayung II dan seluruh mitra berupaya memperkuat penemuan kasus, mempercepat tindak lanjut pemeriksaan, serta meningkatkan upaya pencegahan penularan TBC. Sinergi lintas sektor dan partisipasi masyarakat diharapkan semakin mendukung terwujudnya Kabupaten Demak yang lebih sehat dan bebas TBC. (Kesmas_PromkesPM)
Kamis, 22 Oktober 2026 14:27