Bidik Wisatawan Lewat Narasi Kredible, Jagong Sejarah Jadi Senjata Baru Pariwisata Demak
DEMAK – Beragam versi mengenai asal-usul dan perjalanan hidup Sunan Kalijaga menjadi perhatian dalam kegiatan Jagong Sejarah yang digelar di Pendopo Notobratan, Demak, Minggu (19/7/26). Forum yang diikuti sekitar 200 peserta itu bertujuan meluruskan berbagai narasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta sejarah.
Peserta kegiatan berasal dari Masyarakat Pemerhati Sejarah Demak (MPSD), keluarga ahli waris Sunan Kalijaga, tamu undangan, serta mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) di Kadilangu.
Ka.Dinparra Demak, Endah Cahya Rini, mengatakan masyarakat berhak memperoleh informasi sejarah yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sejarah yang disampaikan kepada masyarakat harus berdasarkan kebenaran. Kisah-kisah sejarah juga perlu dikemas dengan metode yang menarik agar melekat di hati generasi muda”, ujarnya.
Menurut Endah, forum seperti Jagong Sejarah diharapkan dapat menjadi rujukan informasi sejarah yang kredibel, sekaligus memperkuat edukasi sejarah bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua MPSD Nur Qoshim menilai masih banyak narasi sejarah yang mengalami distorsi akibat pengaruh kolonialisme. Menurutnya, sejumlah penulis babad pada masa itu menuliskan kisah yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan.
“Kami merasa perlu meluruskan sejarah agar masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih utuh berdasarkan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan”, katanya.
Salah satu alasan digelarnya Jagong Sejarah adalah sebagai upaya mengklarifikasi sejumlah versi mengenai asal-usul Sunan Kalijaga, seperti anggapan bahwa beliau berasal dari Arab, keturunan Tionghoa, hingga cerita yang menyebut pernah menjadi perampok. Berbagai pandangan tersebut dibahas untuk memperoleh pemahaman sejarah yang lebih tepat berdasarkan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Turut hadir dalam kegiatan, Ketua Yayasan Sunan Kalijaga, Ketua MPSD Nur Qoshim, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Demak Isman, serta narasumber AKA Hasan. (Dinparta/jm)
Selasa, 21 Juli 2026 8:21