Ajak Pelajar Bangun Jati Diri Positif dan Hindari Pergaulan Negatif
DEMAK - Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mranggen, Anis Sa’adah, mengajak para pelajar untuk membangun jati diri secara positif dan menjauhi pergaulan negatif di masa remaja. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan edukasi pencegahan perkawinan anak di SMP Negeri 1 Mranggen, Selasa (9/6/2026).
Dalam paparannya, Anis Sa’adah menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase pencarian identitas dan pengenalan potensi diri. Pada masa tersebut, remaja cenderung mengikuti tren, mengidolakan tokoh tertentu, ingin dikenal dan lebih peduli terhadap pendapat teman sebaya.
“Remaja saat ini sedang berada pada masa mencari jati diri. Karena itu penting bagi anak-anak untuk memiliki pedoman hidup yang baik agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif”, ujarnya.
Ia mengatakan, tantangan remaja saat ini cukup kompleks, mulai dari meniru figur yang kurang tepat, perilaku konsumtif, pergaulan negatif hingga pelanggaran norma. Oleh sebab itu, remaja perlu memiliki dasar nilai dan karakter yang kuat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Islam dapat menjadi identitas utama sekaligus pedoman hidup bagi remaja dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Dengan mengamalkan ajaran agama secara sungguh-sungguh, remaja tidak akan mengalami krisis identitas maupun kebingungan menentukan arah hidup.
“Kalau anak-anak memiliki pegangan agama yang kuat, mereka akan lebih mudah membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk masa depannya”, katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Anis Sa’adah juga mengajak pelajar untuk menemukan jati diri melalui kegiatan positif seperti mencari teladan yang baik, aktif dalam kegiatan bermanfaat, menambah ilmu dan berteman dengan lingkungan yang baik.
Ia menambahkan bahwa peran keluarga sangat penting dalam pembentukan karakter anak. Hubungan yang baik antara orang tua dan anak dinilai mampu membantu remaja tumbuh dengan identitas diri yang positif dan percaya diri.
“Orang tua dan lingkungan harus hadir mendampingi anak-anak agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik, percaya diri dan mampu mengembangkan potensinya”, ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT sebagaimana tercantum dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56. Bentuk ibadah tersebut tidak hanya melalui shalat dan puasa, tetapi juga melalui sikap jujur, sopan, berbakti kepada orang tua dan membantu sesama. (Red-kmf/apj).
Rabu, 10 Juni 2026 10:56