Dinkesda Demak Perkuat Kewaspadaan Dini melalui Pertemuan Program Zoonosis Leptospirosis
DEMAK — Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan dan pengendalian penyakit menular, khususnya zoonosis leptospirosis, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menggelar pertemuan program zoonosis leptospirosis pada Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berlangsung di Ruang Rapat Gedung C Lantai 2 dan dihadiri oleh Ketua Tim P2PM & PL, Tim Leptospirosis Dinkesda, serta pemegang program leptospirosis dari puskesmas dan rumah sakit se-Kabupaten Demak.
Pertemuan ini bertujuan untuk menganalisis situasi terkini kasus leptospirosis serta memperkuat koordinasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim P2PM & PL memaparkan analisis situasi leptospirosis di Kabupaten Demak, yang kemudian dilanjutkan dengan paparan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) kasus kematian oleh perwakilan puskesmas, di antaranya dari Puskesmas Sayung II, Puskesmas Karangawen I, Puskesmas Wedung I, Puskesmas Karangtengah, Puskesmas Mranggeng I, serta Puskesmas Wonosalam II.
Diskusi interaktif dan tanya jawab menjadi bagian penting dalam kegiatan ini guna merumuskan rencana tindak lanjut (RTL) yang lebih efektif dan terarah dalam menekan angka kasus leptospirosis.
Perwakilan Bidang P2P menyampaikan bahwa sinergi antar fasilitas pelayanan kesehatan sangat penting dalam pengendalian penyakit zoonosis.
“Melalui pertemuan ini, diharapkan seluruh pemegang program dapat meningkatkan kewaspadaan dini, memperkuat deteksi kasus, serta mempercepat penanganan guna mencegah terjadinya kasus kematian”, ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak menegaskan komitmennya dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular melalui penguatan koordinasi, surveilans, dan respons cepat di lapangan. (Kesmas_Promkes PM)
Senin, 25 Mei 2026 9:3