MALL INFORMASI PELAYANAN PUBLIK KABUPATEN DEMAK

Jangan Sepelekan Hernia, Perlu Penanganan Dini

DEMAK – Hernia merupakan kondisi ketika organ dalam tubuh keluar melalui celah atau titik lemah pada dinding otot. Kondisi ini paling sering terjadi di area perut maupun lipatan paha dan dapat berkembang menjadi lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Pada tahap awal hernia umumnya ditandai dengan munculnya benjolan di area lipatan perut. Namun seiring bertambah parahnya kondisi, benjolan tersebut dapat turun hingga ke skrotum atau testis pada laki-laki. Organ yang keluar juga beragam, mulai dari selaput perut hingga usus halus.

Hal tersebut disampaikan dr. Cipto Legowo, Spesialis Bedah RSUD Sunan Kalijaga Demak saat talkshow dalam program Halo Dokter di Radio Suara Kota Wali, Rabu (20/5/2026).

“Hernia tidak boleh dianggap sepele. Kalau tidak ditangani dengan baik bisa fatal. Hernia bisa terjepit dan membahayakan pasien”, kata dr. Cipto Legowo.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penanganan secara sembarangan, seperti memijat atau menekan paksa benjolan hernia. Tindakan tersebut justru berisiko menyebabkan organ di dalamnya mengalami cedera atau terjepit sehingga memperparah kondisi pasien.

Selain di lipatan paha, hernia juga dapat muncul di area pusar maupun rongga panggul. Pada kondisi tertentu, terutama pada perempuan lanjut usia dengan postur tubuh kurus, hernia dapat terjadi di rongga tulang panggul.

Menurut dr. Cipto, terdapat sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya hernia, mulai dari faktor keturunan hingga aktivitas yang meningkatkan tekanan di dalam perut secara terus-menerus. Laki-laki disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami hernia dibandingkan perempuan.

Beberapa faktor pencetus di antaranya kebiasaan mengangkat beban berat, batuk kronis akibat penyakit tertentu seperti tuberkulosis, gangguan prostat yang menyebabkan penderita sering mengejan saat buang air kecil, hingga sembelit yang membuat seseorang terlalu sering mengejan.

Ia menambahkan, pola makan juga memiliki pengaruh tidak langsung terhadap munculnya hernia, terutama jika menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit.

Hingga kini, kasus hernia masih menjadi salah satu kondisi yang cukup sering ditangani di rumah sakit, termasuk di RSUD wilayah Demak. Karena itu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri apabila menemukan benjolan tidak normal di area perut atau lipatan paha agar dapat memperoleh penanganan sejak dini.

Penanganan dini dinilai penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Pada umumnya, hernia ditangani melalui operasi untuk memperbaiki celah pada dinding otot yang menyebabkan organ keluar. Namun pada kondisi tertentu, seperti pasien usia lanjut atau memiliki penyakit penyerta seperti gangguan jantung, penanganan dapat dilakukan secara konservatif tanpa operasi.

Pada kesempatan tersebut ia juga menjelaskan terkait kasus hernia insisional, benjolan biasanya terlihat menonjol saat pasien duduk atau berdiri dan dapat menghilang ketika berbaring. Kondisi tersebut bukan disebabkan penumpukan lemak, melainkan organ atau jaringan yang menonjol akibat lemahnya dinding perut.

Meski telah menjalani operasi, hernia masih memiliki kemungkinan untuk kambuh kembali. Faktor penyebabnya antara lain teknik operasi, kondisi jaringan tubuh pasien, hingga pemasangan mesh atau jaring penahan yang kurang optimal.

Perkembangan teknik operasi hernia saat ini telah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Selain itu, pasien juga disarankan menjaga kondisi tubuh dan menghindari faktor pemicu agar hernia tidak kembali muncul.

Di tegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap tindakan operasi hernia karena prosedur dilakukan dengan bantuan dokter anestesi sehingga pasien tidak merasakan nyeri selama proses berlangsung. Pasien juga akan mendapatkan obat pereda nyeri untuk membantu proses pemulihan pascaoperasi. (Red-kmf/nin/apj).

Senin, 25 Mei 2026 8:33