Puluhan Sanggar Tari Kolaborasi Meriahkan Hari Tari Sedunia di Demak
DEMAK - Sebanyak 21 sanggar Tari di Demak unjuk kebolehan dalam pekan kebudayaan daerah yang di selenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak. Pagelaran Tari yang di gelar dua (2) hari pada 18-19 April di Alun alun Demak untuk memperingati Hari Tari Sedunia.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Haris Wahyudi Ridwan event ini merupakan bagian dari agenda nasional yang diturunkan ke daerah. Selanjutnya di kemas sebagai ajang promosi, merayakan dan memberikan apresiasi terhadap para kesenian tari.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi para seniman untuk berekspresi sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tari kepada masyarakat luas”, kata Haris.
Pentas kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia itu menampilkan berbagai pertunjukan, di antaranya seni tari, seni barongan, serta drama tari dengan menghadirkan tokoh “Srikadi Krida” yang merupakan kolaborasi sejumlah sanggar seni di Kabupaten Demak.
“Kami juga mengapresiasi kolaborasi sanggar-sanggar seni yang mampu menghadirkan pertunjukan kreatif dan inovatif”, tambahnya.
Sementara, Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perayaan seni dan budaya, tetapi juga mencerminkan kekayaan warisan budaya yang dimiliki, khususnya di Kabupaten Demak. Ia mengaku bangga karena daerahnya memiliki banyak sanggar seni yang aktif berkembang.
Ia berharap seluruh sanggar seni di Demak dapat terus tumbuh dan berkembang serta mampu melahirkan karya-karya yang membanggakan dan mengharumkan nama daerah.
Lebih lanjut, Eisti’anah menekankan bahwa Pekan Kebudayaan Daerah tidak hanya bertujuan memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan budaya serta memperkuat identitas dan kebersamaan.
“Pemerintah Kabupaten Demak juga, memiliki komitmen untuk terus mendukung keberadaan sanggar seni sebagai upaya melestarikan budaya daerah. Karena sudah menjadi kewajiban kami untuk terus mendukung sanggar seni agar budaya kita tetap lestari”, kata Eisti.
“Kami berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahun dan mampu menggali potensi seni budaya generasi penerus”, tambahnya. (red-kmf/ist)
Senin, 20 April 2026 11:47