Dinkesda Demak Perkuat Program Upaya Berhenti Merokok Lewat Koordinasi Lintas Fasilitas Kesehatan
DEMAK — Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak menggelar Pertemuan Koordinasi Program Upaya Berhenti Merokok (UBM) pada Senin, 30 Maret 2026, bertempat di Aula Eks Keuangan Dinkesda.
Kegiatan ini melibatkan Katim dan Tim P2PTM Dinkesda, anggota kluster UBM dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Demak, serta pengelola program UBM dari rumah sakit. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas fasilitas pelayanan kesehatan guna menekan prevalensi perokok, khususnya pada kelompok usia remaja.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai isu penting, di antaranya indikator RPJMN 2025 – 2029 terkait persentase merokok pada penduduk usia 10–21 tahun, serta data prevalensi merokok berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Demak.
Pemerintah menargetkan penurunan prevalensi merokok sebesar 1% setiap tahun, serta peningkatan cakupan skrining perilaku merokok usia 10 – 21 tahun hingga 10% per tahun. Skrining ini difokuskan pada kelompok usia sekolah dan remaja melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Selain itu, pertemuan juga mengulas alur pelaksanaan skrining dan tatalaksana berhenti merokok, baik yang sudah berjalan maupun penyesuaian kebijakan terbaru. Sistem pencatatan dan pelaporan program UBM Tahun 2026 turut menjadi perhatian, termasuk evaluasi hasil konseling yang telah dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Katim P2PTM Dinkesda Kabupaten Demak Karjono, S.KM., MM menegaskan pentingnya penguatan intervensi berbasis promotif dan preventif.
“Upaya berhenti merokok tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi antara puskesmas, rumah sakit, dan seluruh pemangku kepentingan agar intervensi yang dilakukan lebih efektif, terutama dalam menjangkau remaja sebagai kelompok rentan”, ujarnya.
Sementara itu, salah satu pengelola program UBM dari rumah sakit menyampaikan bahwa pendekatan konseling terus dikembangkan agar lebih adaptif dan berdampak.
“Kami mengoptimalkan pendekatan 4T dalam konseling berhenti merokok, sehingga pasien tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan untuk benar-benar lepas dari kebiasaan merokok”, ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Dinkesda Kabupaten Demak berharap implementasi program UBM semakin terarah, terukur, dan mampu berkontribusi nyata dalam menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan bebas dari rokok. (Kesmas_Promkes PM)
Selasa, 31 Maret 2026 14:43