MALL INFORMASI PELAYANAN PUBLIK KABUPATEN DEMAK

Progres 90 Persen, Betonisasi Jalur Pantura Trengguli Dikebut Jelang Mudik Lebaran 2026

DEMAK - Perbaikan jalan nasional Pantura Semarang–Kudus di kawasan Trengguli, Kabupaten Demak, kini hampir rampung. Hingga awal Maret 2026, progres betonisasi telah mencapai sekitar 90 persen, menandakan pekerjaan tinggal menyisakan tahap akhir sebelum difungsikan penuh untuk arus mudik Lebaran.

Perwakilan kontraktor PT Wijaya Kusuma Baru, Sasmanto, menyebutkan bahwa progres pekerjaan berada di kisaran 85-90 persen dengan panjang penanganan sekitar 1.200 meter.

“Target kami selesai 6 Maret, sehingga menjelang masa mudik jalur sudah bisa difungsikan maksimal”, katanya. Senin, (02/03/2026).

Ia menjelaskan, proyek ini menggunakan metode betonisasi sistem fast track dengan mutu beton K-350. Dengan mutu beton tinggi tersebut, jalan sudah dapat dilalui kendaraan setelah empat hari masa pengerasan.

Sementara utu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Demak, Iptu Khoirul, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan percepatan signifikan dalam pengerjaan proyek yang menjadi akses vital pemudik di wilayah Pantura Jawa Tengah.

“Saat ini progres sudah 90 persen, tinggal sekitar 10 persen lagi. Tiga lajur sudah bisa dilalui kendaraan”, ujarnya.

Menurutnya, sisa pekerjaan ditargetkan selesai sebelum H-10 Lebaran 2026 agar jalur dapat digunakan secara maksimal saat lonjakan arus mudik mulai terjadi.

Dalam empat hari ke depan, pengecoran ditargetkan tersambung sepenuhnya. Setelah itu, jalan harus menunggu masa pengerasan beton sekitar lima hari sebelum dibuka total.

“Empat hari ke depan kemungkinan sudah tersambung semuanya, lalu menunggu umur beton sekitar lima hari baru bisa dibuka penuh”, jelas Khoirul.

Meski progres telah menyentuh 90 persen, dampak pekerjaan terhadap arus lalu lintas masih terasa. Untuk mengantisipasi kepadatan, Satlantas Polres Demak menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow apabila terjadi antrean panjang.

Arus mudik diperkirakan berlangsung pada 13-19 Maret 2026, sedangkan arus balik diprediksi terjadi pada 25 Maret 2026. Personel kepolisian disiagakan di sejumlah titik rawan guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat. (Red-kmf/apj).

Rabu, 4 Maret 2026 10:54